BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Friday, June 12, 2009

"KEMATIAN"




Hampir saban hari berita tentang kematian terpapar & terdengar….,adakah dengan berita ini ia akan menyentuh hati????....atau hanya ditangisi apabila ia berlaku???....atau diinsafi di ketika itu sahaja…Marilah kita menyakini bahawa kematian itu pasti akan berlaku walau dimana kita berada,atau diwaktu mana sekalipun(maksiat/ibadah)…..dan INGATLAH!!! Kematian akan menjemput tetamunya bila2 masa sahaja…..Bagaimana persiapan kita???...Renung2kanlah….

“Sesungguhnya ‘Arsy Arr-Rahman’ (singgahsana Tuhan yang Maha Pengasih) tergoncang atas kematian sa’ad bin Muadz.”

Begitu Rasulullah saw. Bersabda ketika Sa’ad bin Muadz akhirya meninggal sebagai syahid perang badar, setelah menunggu luka sekian lama dan dirawat di Masjid Nabawi. Lelaki Anshar itu telah syahid. Dan kesyahidanya entah dengan kekuatan apa hingga ia berhasil menggoncang singgahsana Allah s.w.t. Yang disanggah oleh malaikat.

Sebuah pertanyaan singgah di permukaan ruang hati. Seperti apa ’suasana jiwa’ Rasulullah saw. Ketika beliau menyaksikan detik-detik terakhir sebelum Sa’ad Bin Mu’adz menghembuskan nafas terakhir? Seperti apa pula Muadz hingga kematiannya menggoncang singgahsana Allah, Begitu berertikah peristiwa kematian bagi dunia lain di luar dunia manusia hingga ’Arsy tergoncang atas kematian Sa’ad dan langit tiba-tiba memperlihatkan sejuta kesombongannya untuk tidak menagisi kematian dan kebinasaan orang-orang kafir? Fama bakat ’alaihimus sama’: Dan tiadalah langit menagisi atas kematian mereka.

Siapakah engkau wahai manusia? Wahai jiwa? Wahai raga?

Kenanglah sejenak, saudara-saudaraku, jenak-jenak ketika Bilal bin Rabah mengumandangkan azan diatas ka’bah pada peristiwa Fathu Makkah. Saat jiwa sahabat dan manusia-manusia di situ, larut dalam nama dan kebesaran Allah. Kenanglah, saudara-saudaraku, berapakah harga yang harus dibayar para sahabat Rasulullah saw. Sejak awal beliau menyebarkan dakwah islam hingga akhirnya kembali ke tanah tumpah darah beliau sebagai sang pembebas? Kenanglah sahabat-sahabat yang terbaring sebagi syuhada di perkuburan Baqi’ itu. Kenanglah Sumayyah, Kenanglah yasir, Kenanglah Mus’ab Bin ’Umair, kenaglah Hamzah bin Abdul Muthalib, dan kenanglah Muadz! Kenanglah semua mereka! Lalu, bayangkan, seperti apakah suasana jiwa mereka kalu saja mereka juga menyaksikan peristiwa Fathu Makkah.

Sekali lagi, kenanglah mereka semua! Sebab rumah islam yang kini kita diami, sesungguhnya dibangun dari tengkorak-tengkorak mereka dan dicat dengan darah-darah mereklah. Mereka adalah ’shuna’ul Hdharah’ (pencipta peradaban) Adalah sebuah keagungan yang tak terlukiskan, ketika Allah berkenan mengantar kepergian mereka dengan goncangan ’Arsy. Dan betapa layak bagi langit untuk menyombongkan diri dan tidak perlu menagisi kepergian orang-orang kafir, para perusak peradapan manusia.

Kematian ternyata bukan peristiwa yang biasa. Ia adalah ’peristiwa peradaban’ yang maha l, yang gaumangnya mengema di langit dan di Arsy. Ia boleh mengharubirukan langit dan membuatnya menagis. Sama seperti ia boleh memarahkan/mermukakan langit dan membuatnya senang.

Saudaraku, ’mahukah’ engkau mengizinkan langit menagisi kematianmu?

0 comments: